Puisi ini aku dapet dari blog intanhizbullah.wordpress.com
ga bisa bilang gimana-gimana lagi,
karena pasti yang terjadi di Palestina jauuuuhh… lebih dari yang digambarkan dari puisi ini.
Sangat jauh.
Meskipun berita-berita di tv kini tak lagi sering menayangkan beritanya,
meskipun perhatian dunia saat ini telah berkurang dan tergantikan oleh hal-hal yang lain…
Tapi bukan berarti kita ikut melupakannya.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Ya ALLAH…
Begitu lemah dan pengecutnya diriku
Begitu latah dengan urusan sendiri
Amat takut untuk sedikit “membangkang”
Airmatapun pastilah percuma
Karena takkan mengubah apa-apa
Jika di benakku hanya terbayang indah Edensor
Di lelehan pelupuk mata mereka
KAU lukiskan panorama yang jauh lebih indah
Jika ku hanya mampu mencium harum mawar
Hanya wangi Taman Aden-lah yang KAU tiupkan di sekitar mereka
Ya RABBI…
Berikan tempat yang amat indah di sisimu
Tempat yang jauh lebih indah dari Edensor manapun di bumi ini
Untuk mereka, dan yang berjuang bersama mereka

